Oleh: Ust. Ilham Samudra

Kesulitan adalah mutiara terpendam dalam kelangsungan hidup kita. Ada banyak sekali hikmah yang terkandung dalam sebuah kesulitan yang kita hadapi, di antaranya sebagai berikut:

  1. Kesulitan menjadikan hati kita kuat, dosa diampuni, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong.
  2. Kesulitan akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang sholeh.
  3. Dengan adanya kesulitan yang kita hadapai, membuat kita semakin dekat dengan Allah dan menyerahkan diri kepada-Nya.
  4. Kesulitan merupakan peringatan kepada kita untuk kembali menghidupkan dzikir.
  5. Kesulitan menjadi upaya untuk kita menjadi bersabar.
  6. Kesulitan menjadi sebuah tamparan kecil untuk kita, agar kita senantiasa sadar untuk tidak menomor satukan dunia dan selalu mengingat Allah SWT.

Apa pun yang Allah berikan untuk kita tentu memiliki banyak nikmat. Oleh sebab itu, janganlah kita berburuksangka kepada-Nya, namun bersyukurlah. Kita tidak akan pernah dapat menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, sebagaimana yang Allah firmankan dalam QS. Ibrahim (14): (34) yang berbunyi:

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Artinya: Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Marilah kita renungkan, betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Kesehatan yang kita dapatkan, umur panjang, keamanan negara, udara yang kita hirup dari mulai bangun tidur hingga tertidur kembali. Apakah itu semua tidak cukup untuk kita? Bagaimana jika udara yang kita hirup harus kita bayar? Sanggupkah kita? Lantas pantaskah kita mengingkari nikmat Allah?

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Artinya: maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman (55): 13)

Muslimah, pernahkah kita merasa belum cukup tidur padahal kita tidur di kasur yang empuk? Lantas, sadarkah kita bahwa di luar sana masih banyak orang yang tidurnya hanya beralaskan tikar bahkan tanah.

Muslimah, pernahkah kita memakan sesuatu yang mahal namun kita menghinakan makanan tersebut? Lantas, sadarkah kita bahwa di luar sana masih banyak orang yang tidak dapat menikmati makanan walau sebutir nasi.

Muslimah, kesulitan bukanlah alasan untuk kita menjadi sedih. Setiap manusia pasti memiliki kesulitannya masing-masing. Mungkin saja, kesulitan yang kita hadapi merupakan kesulitan terkecil yang dirasakan manusia. Mungkin saja, ada yang memiliki kesulitan jauh lebih sulit dari yang kita punya. Ingatlah, ketika Allah menghadirkan kesulitan untuk kita, artinya Allah tengah merindukan kita. Merindukan aduhan kita akan kesulitan yang kita hadapi. Merindukan ucapan “Bantu hamba mu ini, ya Allah”.

Jadi, muslimah, jangan bersedih.

Sumber: Samudra Ilham (2010). La Tahzan for Muslimah. Yogyakarta: Lafal Indonesia.

Kesulitan Bukan Alasan Muslimah Untuk Bersedih
Ditag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *