Waktu adalah hal yang paling berharga yang dimiliki oleh manusia. Hal yang paling berharga yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebuah kesempatan yang diberikan kepada manusia untuk mereka melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi hidupnya dan orang lain. Bagaimana seorang manusia tersebut dapat mengetahui bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang bermanfaat bagi orang lain, jikalau bukan karena orang lain? Bahkan ada orang yang mereka tidak mengenal akrab dirinya hanya karena menurutnya ia tak perlu mengenal dirinya, namun faktanya adalah ia wajib mengenali dirinya sendiri jikalau memang ia ingin mengenali orang lain baik secara sifat, sikap terhadap orang lain. Kita patut bersyukur bahwa kita diberikan nikmat waktu yang luar biasa untuk melakukan amal-amal shaleh baik untuk kehidupan kita di dunia ataupun di akhirat kelak, seperti pada QS. Al-‘Asr (103) ayat 1-3 yang berbunyi:

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

 Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehatmenasehati supaya menetapi kesabaran.

Sebagaimana seperti ayat di atas yang menyebutkan bahwa sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian jika tidak memanfaatkan waktunya untuk mengerjakan amal saleh untuk kehidupan dunia dan akhiratnya. Maka dari hal tersebutlah disebutkan bahwa kita sebagai manusia haruslah menjadi orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh membuat bekal untuk kehidupan kita dikemudian hari di akhirat. Mereka yang senantiasa mengingat kepada Allah dan senantiasa mengerjakan amal saleh adalah orang-orang yang beruntung, beruntung bagi hidup mereka di dunia dan akhirat. Mereka yang senantiasa mengingat kehidupan mereka di akhirat dan menjalaninya dengan ikhlas dan baik sebagaimana Allah sebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an adalah mereka yang senantiasa menjadi orang yang baik akal dan akhlak budi pekertinya dan senantiasa mengerjakan perintah yang Allah berikan dan menjauhi larangan yang Allah sebutkan.

Patut menjadi bahan renungan bagi kita masing-masing manusia yang hidup di dunia ini, apakah kita sudah pantas menjadi orang yang disebut “orang beriman”? Apakah kita sudah memanfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang bermanfaat? Apakah kita sudah memanfaatkan secara baik, efektif dan semaksimal mungkin waktu kita untuk amal saleh? Sudah sepantasnya memang kita merenungkan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa apa saja yang sudah terjadi. Waktu tidak bisa diputar kembali, waktu tidak bisa diulang kembali. Yang patut kita lakukan saat ini adalah melakukan hal-hal yang bermanfaat baik bagi diri sendiri untuk kehidupan dunia dan akhirat maupun untuk orang lain disisa waktu yang kita miliki. Karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain, dan sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memanfaatkan waktu mereka dengan sebaik-baiknya untuk amal saleh.

Waktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *